Kelaparan masih menghantui masyarakat di berbagai penjuru dunia. Jumlah penderitanya pun terus bertambah.
Menurut Organisasi PBB untuk urusan pangan dan pertanian (FAO) jumlah penderita kelaparan di dunia saat ini sekitar satu miliar orang. Jumlah ini sama dengan seperenam dari total penduduk dunia. Di Indonesia sendiri angka kelaparan juga masih tergolong tinggi, terutama pada anak-anak. Menurut sebuah data, ada 13 juta anak di Indonesia yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Penyebab utamanya adalah masih tingginya kemiskinan di Tanah Air. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.
Terkait dengan kondisi tersebut, Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk program pangan, UN World Food Programme (WFP) menggelar aksi global untuk mengurangi kemiskinan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kegiatan tersebut adalah jalan santai bertajuk End Hunger: Walk the World , yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diikuti penggalangan dana untuk program penanggulangan kelaparan.
Jalan santai ini dilaksanakan di 70 negara di dunia. Di Jakarta, aksi ini dilakukan di kawasan Senayan dan diikuti sekitar 12 ribu orang. Setidaknya berhasil dikumpulkan dana lebih dari Rp 600 juta secara spontan.Kegiatan ini dibuka Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie. Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, serta, Deputy Country Director WFP Indonesia, Peter Guest juga turut hadir. Artis dan Duta WFP, Luna Maya, juga terlibat dalam kegiatan ini.
Setelah melakukan jalan pagi di kawasan Senayan-Sudirman, kegiatan Walk the World dilanjutkan dengan acara konser yang diramaikan oleh Andra and the Backbone, RAN, Tangga dan beberapa artis pendukung lainnya serta Duta WFP Indonesia Luna Maya. Pada tahun yang ke-7 ini, Walk the World disponsori oleh tiga mitra global sektor swasta, yaitu perusahaan pengiriman ekspress TNT, perusahaan consumer good Unilever, dan spesialis gizi dan life-science, DSM.
”Walk the World baik dalam lingkup global maupun lokal menyadarkan kita bahwa masalah kelaparan dan kekurangan gizi selalu ada dalam perjalanan hidup manusia,” ungkap Director of Public Policy, Communications and Private Partnerships WFP, Nancy Roman. Kelaparan, lanjutnya, adalah suatu permasalahan yang dialami satu dari tujuh orang di dunia ini. ”Dan menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mengambil tindakan kolektif guna memerangi masalah ini,” tuturnya.
Pada tahun ini, acara tahunan Walk the World berhasil menggerakkan sekitar 300 ribu orang di seluruh dunia yang membantu meningkatkan awareness dan menggalang dana untuk program pemberian bantuan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah ( school feeding ).
Kegiatan jalan santai ini dimulai di Australia, menaiki Sydney Harbour Bridge. Di Filipina, cuaca yang cerah mengiringi 6 ribu berjalan bersama di jalan-jalan Kota Manila. Walk the World terbesar berlangsung di benua Afrika, dimana 64 ribu orang berjalan bersama di 53 lokasi di Malawi dan 50 ribu orang berkumpul di Tanzania dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Mizengo Kayanza Peter Pinda, yang berjalan di Arusha. Di Eropa, kegiatan terbesar berlangsung di Portugal dengan jumlah peserta sebanyak empat ribu orang.
”Kami percaya bahwa setiap anak di dunia berhak mengawali hidupnya dengan baik, termasuk dalam hal kecukupan gizi dan higinitas, sehingga potensi fisik dan mentalnya dapat diwujudkan secara optimal. Hal ini sesuai dengan misi kami yaitu menambahkan vitalitas ke dalam kehidupan masyarakat. Karena itu kami berharap kerjasama ini akan dapat membantu tugas UN WFP dalam memberikan makanan tambahan bagi masyarakat pra sejahtera,” ujar Human Resources & Corporate Relations Director PT Unilever Indonesia, Josef Bataona.
Sementara itu, Direktur TNT Indonesia, Ivan Siew, dalam siaran persnya mengatakan, sejak 2002 TNT telah menjadi mitra aktif UN WFP. Tiap tahun, UN WFP mendistribusikan bantuan pangan ke lebih dari 90 juta orang, termasuk 56 juta di antaranya adalah anak-anak yang tersebar di sekitar 80 negara.Kemitraan global TNT-UN WFP dilandasi satu misi yang sama mengakhiri kelaparan dunia. Bentuk kemitraan tersebut dinamai Moving the World.
”Dalam kerja sama di tingkat global tersebut, TNT berkomitmen untuk mendedikasikan seluruh keahlian, pengetahuan, dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung setiap program WFP, dalam menjawab tantangan logistik terbesar dalam hidup umat manusia yaitu memerangi kelaparan dunia,” ujarnya.
Di Indonesia, lanjutnya, kegiatan Walk The World mulai dilaksanakan sejak 2005. Kegiatan ini diikuti dengan aksi penggalangan dana dari masyarakat untuk mengatasi kelaparan pada anak-anak di Indonesia. anjar famiarto
(-)
























