CSR yang Tepat Guna dan Efisien.

Republika,  Selasa, 16 Juni 2009

Banyak bidang yang bisa digarap oleh kalangan dunia usaha lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Pendidikan menjadi salah satu bidang garap yang banyak dipilih. Ini tak lepas dari masih banyaknya persoalan yang dialami dunia pendidikan di Indonesia. Misalnya sistem dan metode pengajaran yang belum maksimal, kurikulum, hingga kualitas guru yang belum  memadai.
Kondisi itu tentu memprihatinkan. Terutama bila dikaitkan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Karena itulah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan harian  Republika menggelar program CSR berupa pelatihan bagi guru SD,SMP, dan SMA. Hingga saat ini sudah lebih dari 1.500 guru yang merasakan manfaat pelatihan ini.Tahap pertama, program ini dilaksanakan dari Juni 2006 hingga April 2007 yang terbagi dalam 10 angkatan. Sebanyak 500 orang guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK di wilayah Jabodetabek dan Bandung, menjadi peserta pelatihan tersebut.

Setelah sukses di tahap pertama, program ini  dilanjutkan ke tahap kedua yang  digelar dari  Juni 2007 hingga April 2008. Tahap kedua ini mencakup wilayah yang lebih luas yaitu Jabodetabek, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebanyak 520 orang guru  terlibat pada pelatihan tahap kedua. Mereka berasal dari Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Pekalongan.

Sedangkan tahap ketiga, diselenggarakan mulai Juni 2008 hingga April 2009. Pelatihan tahap ketiga juga dilaksanakan sebanyak 10 angkatan di sembilan kota, yaitu Tangerang, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi, Bogor, Solo, Yogyakarta, Magelang, dan Purwakarta. Sebanyak 535 guru menjadi peserta dan merasakan manfaat besar program CSR pendidikan ini.

Sangat

berbeda dari pelatihan guru sejenis yang diadakan pihak lain, dalam pelatihan guru yang diadakan Telkom-Republika ini, materi yang diajarkan adalah nonkurikulum alias tidak berhubungan langsung dengan materi ajar. Yang lebih ditekankan adalah pencerahan hal lain diluar kurikulum namun sangat penting dalam proses belajar mengajar. Antara lain tentang motivasi, kepribadian menarik, teknik menulis popular, tren teknologi informasi, dan proses kreatif.

Para pengajarnya pun sangat beragam, dari mulai pejabat negara, seniman dan budayawan, artis, cendekiawan, politikus, eksekutif perusahaan, hingga para pakar di bidangnya. Sejumlah nama beken yang  tercatat pernah mengisi pelatihan ini antara lain Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) M Noh, Juru bicara presiden Andi A Mallarangeng, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Komaruddin Hidayat, serta Dirjen Pemberdayaan Sosial Departemen Sosial Prof Dr Gunawan Sumodiningrat.

Selain itu juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sandiaga S Uno, Pendiri radio Prambos yang juga komisaris utama PT Masima Content & Channel, Malik Sjafei, staf khusus presiden Yeny Wahid, Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal,  pakar kepribadian Leila Mona Ganiem, Direktur HRD dan  Corporate Relations PT Unilever Indonesia Josef Bataona, dan Direktur IT PT Telkom Indra Utoyo. Juga pakar komunikasi dari Unisba Bandung Neni Yulianita, Direktur Yayasan Darma Bakti Astra Aminudin, motivator dan trainer Jamil Azzaini, Presiden Direktur PT Duta Cakrawala Komunika M Gunawan Alif, dan  Senior Operation Manager Billing Operational Unit PT Telkom, Taufik Hidayat.

Selain yang disebutkan di atas, masih   banyak nama-nama besar lain dari kalangan penulis, artis, seniman, dan budayawan. Antara lain  Andrea Hirata, Ahmad Tohari, Putu Wijaya, Purwatjaraka, Dwiki Darmawan, M Farhan, Neno Warisman, Maudy Koesnadi, Shanaz Haque, Emha Ainun Nadjib, Tisna Sanjaya, Acil Bimbo, dan Ratih Sanggarwati.
Sedangkan kalangan wartawan yang ikut menjadi pengajar adalah dari harian  Republika . Mereka adalah Nasihin Masha, Agung P Vazza, Ahmadun Y Herfanda, Arif Supriyono, Anif Punto Utomo,  Arys Hilman, dan Nurul S Hamami.

Menyentuh guru
”Ini merupakan program CSR  yang tepat guna, efisien dan efektif. Ini  karena menyapa dan menyentuh para guru yang merupakan tulang punggung untuk menyiapkan insan Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat, bermarwah dan berjaya. Saya bahagia menjadi bagian dari program ini,” tutur Dwiki Darmawan.

Sedangkan menurut Shahnaz Haque, pelatihan guru ini harus memiliki kelanjutan agar manfaat yang diterima guru semakin besar. ”Pelatihan ini sangat bagus untuk kemajuan para guru. Karena itu perlu dibuat kelanjutan dari pelatihan karena untuk kebaikan. Mumpung kita masih diberikan kesehatan. Makanya saya berkomitmen untuk berbagi,” tutur Shahnaz.

Para guru yang menjadi peserta pelatihan ini merasakan manfaat yang besar. Mereka mengaku menemukan sesuatu yang baru yang belum pernah didapatkan pada berbagai pelatihan yang pernah diikutinya.” Subhanallah ,  luar biasa. Pelatihan ini menginspirasi saya untuk lebih memperbaiki diri. Terima kasih Telkom-Republika,” kata Yossi, guru SMK NU Bandar, Pekalongan, Jawa Tengah, yang menjadi peserta tahap II angkatan ke-10.

Kesan sama juga dirasakan peserta yang lain. ”Saya senang sekali. Pelatihan seperti ini baru pertama kali saya ikuti,” kata Luluk, pengajar dan pemilik bimbingan belajar Albana Smart Wiradesa Pekalongan.

Karena manfaat besar itulah, maka Telkom dan Republika berkomitmen untuk terus melanjutkan program CSR pelatihan guru ini di tahun-tahun mendatang. Dan bulan depan, Insya Allah, pelatihan tahap IV kembali akan digelar.Direktur Utama PT Telkom, Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, pihaknya memang berkomitmen tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Selain pelatihan guru, Telkom memiliki program lain yang bersinggungan dengan pendidikan seperti internet  goes to school dan  smart campus .

”Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Karena itu kegiatan pelatihan guru ini akan terus kami laksanakan di waktu mendatang,” ujarnya.  anjar fahmiarto

(-)

One Comment

  • Name* Asep Saepulmillah
    8 November 2009 | Permalink |

    Comment Saya tertarik dengan program CSR Telkom untuk peningkatan mutu gutu, meningkatkan mutu guru berarti meningkatkan kualitas, harkat dan martabat bangsa. kapan lagi program tersebut digelar?, tolong saya minta informasinya, insyaAllah saya mau mengikutinya.

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *