Deteksi Dini Kanker Prostat

Republika,  Senin, 18 Mei 2009

Gejala keganasan pada kelenjar prostat di antaranya seseorang bisa kencing lebih dari tujuh kali dalam sehari.

Kaum pria yang telah memasuki usia 50 tahun, selayaknya waspada. Satu dari lima pria di atas usia 50 tahun, selama ini diyakini menderita kanker prostat. Penyakit ini, menduduki peringkat ke empat sebagai penyakit kanker pembunuh kaum Adam di tanah air, setelah kanker paru-paru dan kanker usus.

Deteksi dini memang sebaiknya dilakukan sebelum menginjak usia 50 tahun. Deteksi dini pada pria untuk kasus kanker prostat, biasanya dilakukan pada pria berusia 40 tahun ke atas. Karena pada masa inilah, tubuh memproses hormon testosteron menjadi dihydrotestosteron.

”Pembengkakan prostat pada para pria memang tak bisa dihindarkan. Hingga kini, belum ditemukan metode pencegahan untuk penyakit prostat dan kanker prostat,” ujar ahli urologi Rumah Sakit (RS) Kanker Dharmais, Rachmat B Santoso, pekan lalu.

Kaum pria pun dihimbau untuk tidak segan-segan mulai melakukan pemeriksaan prostat pada usia 40 tahun. ”Untuk saat ini, cara yang terbaik untuk mengatasi penyakit kanker prostat adalah melalui deteksi dini,” ujar Rachmat menyarankan.

Pada tahap deteksi dini, kata Rachmat, dilakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk di dalamnya cek kesehatan prostat melalui cara colok dubur langsung, maupun dengan ultrasonografi. Bisa juga dengan mengukur kecepatan pancaran air seni (air kencing) dari penis. ”Kalau cepat melakukan deteksi dini, harapan kesembuhan bisa 70 persen,” ujarnya.

Jika seorang pria mengalami gejala-gejala seperti kesulitan buang air kecil, buang air kecil tidak tuntas, pancaran air kencing yang melemah, dan terlalu sering buang air kecil misalnya dalam satu hari kencing lebih dari tujuh kali, maka ini perlu diwaspadai. Penyebab pasti kanker prostat hingga saat ini belum diketahui.

Namun ada beberapa keadaan yang menjadi faktor resiko penyebab terjadinya keganasan pada kelenjar prostat.  Yakni usia di atas 50 tahun, diet tinggi lemak, pembesaran prostat jinak, infeksi virus yang ditularkan melalui hubungan kelamin, dan riwayat kanker prostat dalam keluarga alias faktor keturunan.

”Walaupun gejalanya masih ringan, namun harus segera ditangani. Karena selain ancaman terserang kanker prostat, penderita juga terancam terkena infeksi saluran kemih, bahkan gagal ginjal,” ujar  Rachmat.

Alumnus Fakultas Kedokteran UI menambahkan, rata-rata per tahun penderita kanker prostat yang berobat di RS Dharmais dan RSCM Jakarta mencapai 30 hingga 60 orang. ”Ini baru data di dua rumah sakit, belum yang lainnya,” ujarnya.

Ancaman kanker prostat tak hanya mengintai kaum pria di Indonesia. Kaum pria di Amerika Utara dan Eropa, terutama di kawasan Skandinavia bahkan tercatat memiliki angka tertinggi untuk penderita kanker prostat. Bahkan di Amerika Utara, penyakit kanker prostat menjadi penyakit kanker pembunuh tertinggi bagi para pria Afro Amerika di sana. Berdasarkan hasil penelitian para pakar urologi, setiap pria di dunia berpotensi terkena penyakit prostat. Mulai dari pembengkakan ringan pada kelenjar prostat sampai dengan serangan kanker prostat.

Rachmat yang kini menjabat sebagai ketua Staf Medik Fungsional (SMF) Urologi di RS Kanker Dharmais, juga tak menampik kesimpulan bahwa setiap pria memang memiliki resiko terkena penyakit prostat. ”Bagi pria, penyakit prostat dipicu oleh hormon testosteron yang diproduksi testis pria. Makin tua usia pria, hormon ini berubah menjadi dihydrotestosteron yang mempengaruhi perkembangan sel prostat hingga kelenjar prostat tumbuh menjadi besar,” tegasnya. endro yuwanto

(-)

2 Comments

  • Rifqi
    25 July 2009 | Permalink |

    Bagus Boss, jadi bisa punya kewaspadaan dini…..

  • evan
    14 January 2010 | Permalink |

    saya memiliki pembengkakkan di ujung penis,,apakah pembengkakan diujung penis itu merupakan kanker prostat???tolong balasannya…

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *