Membangun GCG awareness
Bisnis Indonesia, Selasa, 19 Agustus 2008
.
Seorang eksekutif puncak di suatu perusahaan nasional yang sedang menanjak pernah menanyakan kepada saya mengenai bagaimana cara agar konsep-konsep good corporate governance (GCG) dapat secara mudah dipahami staf dari berbagai level, sehingga pada akhirnya dapat diimplementasikan secara efektif.
Masih banyak yang menganggap konsep GCG sulit untuk diterapkan karena masih banyak yang berpandangan konsep ini too academic, sehingga sulit diimplementasikan. Konsep awal GCG lahir dari pengalaman Amerika Serikat (AS) yang harus melakukan restrukturisasi di lingkungan korporasinya setelah terjadi Wall Street crash pada 1929.
Beberapa pemikiran mengenai konsep GCG lahir lewat monograf karya Adolf Augustus Berle dan Gardiner C. Means berjudul The Modern Corporation and Private Property (1932, Macmillan).
Beberapa jurnal ilmiah juga banyak menulis mengenai konsep GCG di antaranya yang cukup berpengaruh dalam pengembangan teori GCG adalah karya Eugene Fama dan Michael Jense dalam The Separation of Ownership and Control (Journal of Law and Economics, 1983), di mana dibahas mengenai Principal Agency Theory-nya.
Saya berpandangan bahwa untuk mempermudah penerapan GCG di korporasi/perusahaan, termasuk di industri asuransi, harus dimulai dari adanya suatu pendekatan di mana GCG terlebih dahulu dipahami secara mudah oleh setiap level/tingkatan dalam perusahaan, atau disebut sebagai GCG awareness.
Menanamkan awareness ini menurut saya tidak cukup dengan mengikuti pelatihan mengenai GCG, tetapi lebih jauh lagi konsep awareness harus menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG.
Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam upaya mengedepankan GCG awareness dan hal ini sangat berkaitan dengan hubungan antar-manusia di korporasi.
Tidak dapat disangkal bahwa bagaimanapun bagusnya konsep GCG, salah satu keberhasilannya akan sangat bergantung pada individu-individu yang menjalankannya. Artinya, meski sistem bisa kita bangun, tetapi apabila tidak ditopang dengan manusia (human capital) yang mempunyai keinginan dan kebutuhan untuk menjalankannya, konsep GCG akan sulit berjalan secara efektif.
Suksesnya GCG harus dibangun secara bersamaan antara sistem dan human capital yang akan menjalankan sistem tersebut, atau dengan kata lain, bangun terlebih dahulu GCG awareness.
.
Tantangan
.
Untuk membangun awareness, terlebih dahulu kita pahami beberapa tantangan yang kerap kali terjadi dalam upaya awal suatu korporasi/perusahaan menerapkan GCG. Pertama, adanya masalah perbedaan budaya dalam menyikapi pemikiran baru. Kawan-kawan saya yang menangani GCG di perusahaan menyampaikan bahwa banyak terjadi kekhawatiran apabila implementasi GCG diterapkan secara konsisten, khususnya berkaitan dengan penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, akan memengaruhi daya kreativitas dan inovasi. Mereka berpikiran jangan sampai trik-trik bisnis yang selama ini mungkin sukses dijalankan, secara prinsip bisa-bisa dinilai tidak GCG, sehingga tidak bisa lagi mereka jalankan.
Kedua, kemungkinan terjadinya konflik di dalam organisasi kerja. Misalnya saja antara pegawai yang saling bersaing menggunakan kesempatan dengan adanya transparansi dalam informasi yang menjadi terbuka bagi banyak pihak dijadikan senjata untuk saling menjatuhkan satu sama lain.
Ketiga, timbulnya interprestasi yang tidak semestinya mengenai GCG. Dengan implementasi GCG, dapat dibentuk komite-komite pengawas (misalnya Komite Audit, Komite Pemantau Risiko) yang banyak top level management menganggap sebagai beban karena timbulnya tambahan agency cost untuk merekrut profesional di bidang tersebut.
Lalu bagaimana kita menyikapi tantangan tersebut? Langkah awal yang harus dijalankan adalah dengan melakukan GCG awareness, yakni suatu upaya untuk menjadikan GCG sebagai suatu kebutuhan bagi setiap karyawan dan pimpinan, sehingga dalam menjalankannya akan sepenuh hati.
Apabila kebutuhan akan GCG sudah menjadi bagian dari aktivitas kerja, implementasi GCG akan berjalan mulus. Kegagalan implementasi GCG disebabkan oleh ketidakberhasilan top manajemen menerjemahkan konsep menjadi tindakan sehari-hari, di mana hasil yang diharapkan adalah karyawan dapat secara mudah menerapkannya dalam aktivitas kerja sehari-hari.
GCG awareness harus menjadi bagian dari fokus strategi organisasi agar prinsip-prinsip GCG dapat ditransfer menjadi bagian dari strategi operasional perusahaan. Beberapa langkah yang dapat kita coba di antaranya (1) Prinsip-prinsip GCG diterjemahkan menjadi bagian dari kegiatan operasional (2) Setiap strategi yang berkaitan dengan organisasi harus berbasis GCG (3) Jadikan prinsip-prinsip GCG sebagai kebutuhan sehari-hari (4) Terapkan implementasi GCG sebagai suatu proses yang berkelanjutan dan (5) Setiap langkah perubahan strategis yang mengarah ke GCG harus dimulai dari kepemimpinan puncak.
Kita yakini bersama bahwa setiap perusahaan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga pendekatan untuk menerapkan keberhasilan GCG harus inovatif. Seiring dengan adanya awareness, maka akan makin memperkuat komitmen untuk menjalankan GCG dan menimbulkan rasa kepemilikan dari semua unsur manajemen dan karyawan. Pada akhirnya, implementasi GCG yang berhasil karena adanya komunikasi yang efektif antara atas dan bawah (top-down communication).
.
Oleh Ridwan Zachrie
Direktur SDM, Kepatuhan dan Manajemen Resiko Recapital Group
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

di perusahaan tempat saya bekerja sudah dilakukan implementasi dan sosialisasi GCG baik dari level direksi maupun level pekerja gol bawah, setahu saya yang harus berkomitmen dan mencanam=ngkan telah ber GCG adalah tiga pilar utama (Direksi, komisaris & Pemegang saham) namun sosialisai yang telah berjalan adalah buttom up, bukan top down, tapi Alhamdulillah telah terlaksana walaupun sangat2 tersendat..tapi yang saya lihat keseharian ini sepertinya GCG di perusahaan tempat saya saya pernayataan telah ber GCG masih seperti jargon atau slogan..mohon saran agar Azas GCG (TARIF) dapat benar2 di laksanakan di tempat kami bekerja dan pekertja sadar-sesadar sadarnya untuk menerapkan GCG terimakasih