Archive for Agustus 4th, 2008

Tak cukup lagi 7%

Bisnis Indonesia,  Senin, 28 Juli 2008
   
.
 Pernyataan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), pekan lalu, cukup mengejutkan. Indonesia, menurut lembaga itu, membutuhkan tingkat pertumbuhan ekonomi minimal 8,5% per tahun jika ingin menyerap pengangguran guna menekan jumlah orang miskin.
Asumsi OECD ini melampaui asumsi yang lazim dipakai pemerintah Indonesia dan


Harga minyak, komoditas dan penyakit Belanda

Bisnis Indonesia,  Senin, 28 Juli 2008
  
.
 Saya ingat obrolan rutin dengan Max Corden 10 tahun yang lalu di Cellar Caf, and Bar, University House, di kampus Australian National University di Canberra. Saya seorang mahasiswa pemula, sedangkan Corden sudah menjadi ekonom kelas dunia.
Corden-bersama Peter Neary-adalah ekonom yang dianggap membangun model standar untuk analisis penyakit Belanda atau Dutch […]


Qtel gagal kuasai 85,7% saham Indosat

Bisnis Indonesia,  Senin, 28 Juli 2008
   
.
 JAKARTA: Peluang Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) untuk memiliki 85,71% saham PT Indosat Tbk akhirnya tertutup. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menegaskan hal itu melalui surat resmi atas pembatasan kepemilikan asing Qtel terhadap Indosat maksimal 49% pekan lalu.
Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany mengatakan hingga saat ini Bapepam-LK


PILIH PADAM ATAU LIBUR BERGILIRAN?

Republika, Selasa, 29 Juli 2008
.
 
“Mau pilih mana, padam bergiliran atau libur bergiliran,’‘ kata Wapres, Jusuf Kalla, memberikan pilihan, beberapa waktu lalu. Kalau dipaksa memilih, dua pilihan itu sama tak menariknya. Kita tentu berharap pilihannya tidak ada pemadaman dan tak ada pemindahan jam kerja ke hari Sabtu dan Ahad. Namun, memang opsi itu tidak tersedia. Pilihan […]


BI: Ekonomi pulih pada 2009

Bisnis Indonesia,  Kamis, 24 Juli 2008
  
.
 JAKARTA: Bank Indonesia (BI) menepis asumsi terjadinya perlambatan ekonomi kawasan Asia yang akan berimbas pada Indonesia hingga 2009 karena beberapa indikator makroekonomi masih menunjukkan penguatan.
Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan perekonomian Indonesia justru