Archive for Juli 17th, 2008

Saatnya bank melindungi hutan

Bisnis Indonesia,  Kamis, 17 Juli 2008
   
 Kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia hingga kini masih menjadi persoalan bangsa. Pemerintah memang tak berdiam diri. Sejumlah kebijakan telah dikeluarkan guna mengatasi masalah yang satu ini.
Aturan setingkat kebijakan presiden sampai menteri pun dilahirkan. Beberapa di antaranya seperti Inpres 4/2005 tentang mencegah dan memberantas penebangan dan peredaran kayu ilegal, kebijakan […]


Menanti laporan keuangan negara yang kredibel

Bisnis Indonesia, Kamis, 17 Juli 2008
 Siapa menyangka Wakil Presiden Jusuf Kalla ternyata pernah marah besar dan melempar laporan keuangan yang diserahkan pejabat Departemen Keuangan karena masalah pembukuan yang dinilai tidak lebih dari catatan keuangan sebuah toko.
Kejadian itu bukan terjadi sekarang tapi lima hari setelah pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinannya berjalan. Pengalaman ini dituturkan […]


Qtel-Gobel kuasai 51% Indosat

Bisnis Indonesia,  Kamis, 17 Juli 2008 
 JAKARTA: Kongsi Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) dan Rachmat Gobel menjadi pemegang saham pada PT Indosat Tbk merupakan strategi agar bisa menguasai 51% saham operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu.
Seorang manajer investasi yang mendengar informasi itu mengatakan tanpa menggandeng mitra lokal, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat, setelah


Dampak Krisis AS, Ekonomi Indonesia Bisa Bertahan

Kompas,  Kamis, 17 Juli 2008
Jakarta, Kompas - krisis perbankan di Amerika Serikat bisa memberi pengaruh pada perekonomian Indonesia. Akan tetapi, dinamika ekonomi domestik cukup baik. Diharapkan, perekonomian Indonesia tetap bertahan baik. Posisi ekonomi yang baik itu ditopang ekspor komoditas dan pengeluaran pemerintah yang cukup besar dan proyek-proyek pembangunan infrastruktur.


Krisis Listrik Sudah Lampu Kuning

Investor Daily, 14/07/2008
 
JAKARTA, Investor Daily
Memang serba susah menjadi pengusaha pada saat ini. Belum lepas dari masalah akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan ongkos produksi naik dan menggerus daya beli konsumen, kenaikan suku bunga kredit serta tekanan inflasi, kini timbul persoalan baru yang tak kalah peliknya. Yakni, krisis pasokan listrik.