Bisnis Indonesia, Edisi: 30-MAR-2008
Dari pengalaman saya berdiskusi tentang penerapan good corporate governance (GCG) dengan banyak pihak, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: kapan waktu yang tepat untuk menerapkan GCG?
Dunia usaha Indonesia telah menarik pelajaran mahal dan pahit tentang absennya praktik GCG selama booming pertumbuhan ekonomi tahun 90-an yang berujung pada krisis moneter yang terjadi pada pertengahan 1997.
Di sisi mikro, perusahaan di Indonesia pernah terlena dengan optimisme pertumbuhan ekonomi makro pada rentang waktu tersebut dan terjerat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme karena menganggap hal tersebut sebagai ‘the only game in town saat itu. Krisis ekonomi menjadi moment of the truth bagi dunia bisnis dan perusahaan Indonesia.
Pada saat itu kita menyaksikan dunia bisnis Indonesia dipaksa untuk berubah oleh kondisi eksternal. Proses perubahan dari luar ke dalam atau outside-in ini tak jarang berujung kegagalan dan memakan korban karena perubahan tersebut bukan merupakan pilihan sadar dan tidak dipersiapkan dengan matang. Gegar akibat perubahan yang dipaksakan ini tidak jarang meninggalkan trauma yang panjang bagi perusahaan.
Kebalikan dari perubahan outside-in adalah perubahan yang dimulai dari dalam (inside-out). Perubahan ini biasanya diawali dengan kesadaran para pemimpin perusahaan untuk segera berubah, daripada diubah oleh keadaan. Dalam kondisi ini, perubahan dapat dipersiapkan dengan lebih matang dan proses buy-in dari semua anggota organisasi terhadap rencana, arah dan strategi perubahan pun dapat dijalankan secara lebih memadai.
Kesadaran dan keinginan untuk berubah menjadi modal bagi proses lebih lanjut yang disebut transformasi perusahaan. Transformasi memiliki intensitas yang lebih dalam dari perubahan. Transformasi membutuhkan kontrol yang lebih kuat terhadap skenario dan proses oleh para pelaku transformasi tersebut.
Konsultan manajemen McKinsey (2004) mendefinisikan transformasi sebagai perubahan yang dilakukan secara sadar dan berkelanjutan menuju tingkat kinerja yang lebih tinggi berdasar pada kapabilitas dan budaya organisasi. Transformasi yang berhasil mensyaratkan arsitektur program yang artikulatif dan konsisten pada tiga tingkat: agenda perubahan secara keseluruhan, pokok-pokok kinerja yang ingin dicapai, dan inisiatif individual.
Tiga tingkat perubahan itu sejalan dengan Pedoman Umum Good Corporate Governance (GCG) Indonesia yang diluncurkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) pada 2007. Pada level agenda perubahan, GCG membutuhkan komitmen dari seluruh jajaran perusahaan dan skenario yang jelas tentang kemana arah yang dituju dengan penerapan GCG.
Pokok-pokok kinerja juga perlu disepakati: mulai dari pemenuhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (compliance), kesesuaian dengan standar dan international best practice (conformance), hingga mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh pemangku kepentingan, yang dapat diartikan sebagai pencapaian (achievement) yang ingin diraih dari penerapan GCG. Jika kita membaca hasil Corporate Governance Perception Index 2007 yang dikeluarkan oleh Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), kita dapat melihat pencapaian dan proses yang dilalui perusahaan Indonesia dalam menerapkan GCG.
Peserta terbanyak
Fenomena yang menarik adalah sektor perbankan menjadi sektor dengan peserta terbanyak, selain perdagangan dan jasa umum tentunya. Salah satu sebabnya karena perbankan memang merupakan industri yang highly regulated, sehingga kepatuhan dan sikap kehati-hatian telah terinternalisasi dalam praktik bisnis sehari-hari. Selain itu, fenomena sektor perbankan ini juga mengindikasikan pentingnya regulasi dan penegakannya dalam mendorong penerapan GCG.
Partisipasi BUMN juga menarik untuk dikaji. Selain BUMN yang telah masuk bursa (go public), banyak ‘wajah baru’ yang berpartisipasi menunjukkan animo yang cukup baik dari kalangan perusahaan pelat merah ini.
Pada kategori umum, dua perusahaan yang mendapat penilaian tertinggi adalah bank, yaitu Bank Mandiri (mendapat skor 88,66 dalam skala 0-100) dan Bank Niaga (87,90). Sementara peringkat selanjutnya diisi oleh BUMN nonbank, yaitu Aneka Tambang (82,07). (lihat tabel)
Peringkat 10 Besar
| Peringkat |
Perusahaan |
Skor |
Predikat |
| 1 |
Bank Mandiri |
88,66 |
Sangat Terpercaya |
| 2 |
Bank Niaga |
87,90 |
Sangat Terpercaya |
| 3 |
Aneka Tambang |
82,07 |
Terpercaya |
| 4 |
Adhi Karya |
81,79 |
Terpercaya |
| 5 |
United Tractors |
81,53 |
Terpercaya |
| 6 |
Tambang Batubara Bukit Asam |
80,87 |
Terpercaya |
| 7 |
Astra Graphia |
80,30 |
Terpercaya |
| 8 |
Kalbe Farma |
79,70 |
Terpercaya |
| 9 |
Bank BNI |
79,46 |
Terpercaya |
| 10 |
Bank Permata |
78,85 |
Terpercaya |
Sumber: IICG, 2007.
Mengelaborasi konsep di atas dengan pengalaman empirik, sangat menarik jika membedah pengalaman salah satu bank BUMN dalam melakukan perubahan seraya menginternalisasikan GCG.
Bank ini sejak berdiri merekam pembelajaran berharga dari krisis ekonomi. Sebagai sebuah organisasi ‘baru’ pada waktu itu, Bank BUMN memiliki momentum untuk menarik garis yang tegas dengan masa lalu yang tentu tidak sepenuhnya dapat dijalankan secara drastis. Bagaimanapun, evolusi budaya organisasi membutuhkan waktu. Apalagi, tekanan waktu itu untuk segera menyehatkan industri perbankan harus segera dijawab. Seiring denganberjalannya waktu, bank dimaksud menemukan moment of the truth-nya untuk melakukan perubahan.
Yang perlu dicatat adalah bagaimanapun perubahan memiliki risiko kegagalan. Studi McKinsey menunjukkan bahwa 70% perubahan gagal karena masalah organisasi. Yang paling besar adalah karena arah perubahan yang tidak jelas, sehingga tidak cukup meyakinkan orang untuk keluar dari sarang kenyamanan yang sudah ditempatinya.
Masalah kedua adalah perilaku khusus para pemimpin yang tidak mendukung perubahan. Perubahan hanyalah retorika dan slogan. Terakhir, organisasi kehabisan energi untuk melanjutkan perubahan hingga tutup. Perubahan memerlukan sumber daya dan infrastruktur, bahkan membutuhkan biaya.
Catatan terhadap risiko kegagalan perubahan seyogianya tidak menyurutkan tekad untuk melakukan perubahan. Sebaliknya, menjadi tantangan untuk menyiapkan perubahan dengan lebih baik. Lebih jauh lagi, pilihan untuk melakukan perubahan menjadi momentum yang tepat untuk menerapkan atau meningkatkan penerapan GCG di perusahaan.
Mas Achmad Daniri
Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance

























14 Comments
Terima kasih,
GCG merupakan keharusan bagi setiap organisasi, apalagi organisasi dengan misi bisnis. FB
aslm…
terima kasih atas informasi tentang GCG diatas.
saya adalah mahasiswi yang sedang menyusun skripsi tentang pengaruh penerapan GCG terhadap peningkatan kinerja perbankan. apakah bapak bisa memberi tahu saya rujukan buku yang bisa menguatkan teori antara variabel yang swaya teliti tersebut? sebelumnya saya ucapkan terimakasih..
jawaban bapak bisa di kirimkan ke alamat email saya, tyas_jutex@yahoo.com.
terima kasih banyak.
wass…
askum
thanx wat infonya karena sya juga sedang mengambil skripsi yang judulnya pengaruh mekanisme CG terhadap harga saham di BEJ (studi empiris thd CGPI 2005). apakah bapak bisa memberi tahu saya rujukan buku yang bisa menguatkan teori antara variabel yang saya teliti tersebut?makasi sebelumnya jawaban balad dapat dikirim ke emei saya novan00718@gmail.com
waskum
asslm. bpk bisa g’ memberi tahu saya ttng perusahaan yang telah menerapkan gcg dalm prshaanya yang n yang bpk krm 10 saya ingin mengetahui 40 prshaan. trm ksah yang bpk….tlg kirm keemail saya ya pak…
Apakah penilaian atas penerapan GCG suatu perusahaan harus dengan melakukan kuesioner kpd perusahaan ybs. Bisakah penilaian tersebut hanya dengan melihat annual report perusahaan (kalo bisa bgmn cara menilai/mengukurnya). terimakasih banyak jwbn bpk sgt sy harapkan krn saya tertarik untuk menulis tesis tentang pengaruh penerapan GCG terhadap earning management. jawaban bapak bisa di kirimkan ke alamat email saya, kartikasyahrul@yahoo.co.id
Ass..Wr..Wb sy iswan mhssw tgkt akhir ptn d NTB sy ingn tanya kira2 jurnl legkpt tntg karakterstk perushn bs sy dptkn dmana jg tentg cgpi 2002 smp 2007 sult ddpt dr iicg mohn bntuany..Email sy is_one101087@yahoo.Co.Id..Mksh
aslm..
terimakasih buat info nya,,saya adalaha mahasiswa yang sedang menulis skripsi tentang implementasi prinsip GCG di perusahaan PT aneka tambang terutama dalam hal transparency dan accountability..
saya tertarik dengan tabel yg ada diatas yg menempatkan antam diurutan ke tiga dan merupakan BUMN non bank,,,bisakah sama mendapatkan info ( mulai dari alasan dan data yg kongret) dari bapak mengapa antam bisa meraih posisi tersebut,,terimakasih
alamat email saya s_ramadhan_6@hotmail.com
Ass, Wr, Wb..
Bapak, saya Habi mahasiswa Hukum tingkat akhir yang sedang menulis skripsi tentang : Penerapan Prinsip GCG pada Perusahaan BUMN. saya sangat tertarik tentang penerapan GCG terhadap BUMN di Indonesia.
yang ingin saya tanyakan : Bagaimana pengaturan GCG terhadap BUMN? dan peraturan apa yang berlaku terhadap penerapan GCG pada BUMN?
jawaban bapak sangat saya harapkan, atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih banyak.
alamat email saya : ijal_fany@yahoo.com
Ass Bapak Saya Sangat butuh Data hasil survey terbesar iicg,,
dimana saya bisa mendapatkannya?
terima kasih infonya
sya tunggu balesannya di dhikka_1401@yahoo.com
assalamualaikum,,
pak, saya membutuhkan data mengenai perungkat cgpi 2007 untuk penyelasaian skripsi saya . yg terdapat pada tulisan bapak hanya peringkat 10 besar saja. dimana say bisa mendapatkan info cgpi 2007 tsb dengan lngkap???
trima kasih sbelumnya pak
salam kenal
Assalammuaikum wr.wb
Mas Achmad Daniri saya mahasiswi di STIESIA (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia) Surabaya. Mohon bantuan dari mas Achmad saya membutuhkan data pemeringkatan IICG tahun 2004-2007, data perusahaan yang tidak bersedia di surver dan alasan kenapa perusahaan tersebut tidak bersedia di survei.
Data dan informasi tersebut akan saya gunakan sebagai bahan penulisan skripsi saya yang berjudul “Penerapan GCG Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia”
Saya sangat berharap Mas Achmad bersedia membantu, atas perhatian dan bantuan Mas Achmad saya ucapkan terima kasih.
Alamat email saya : mochaccino_girl@yahoo.com
punya data perusahaan 10 besar yang termasuk dalam CGPI nggak?,mohon bantuannya kirim data ke email saya sebelum akhir bulan ini..makasih…
lupa pak,data CGPI 10 besar periode tahun 2009 yaa….
Mohon maaf nih pak, dimana saya bisa mendapatkan daftar 10 besar peringkat IICG tahun 2004-2008 ya..
saya butuh untuk penyelesaian skripsi saya..
terima kasih sebelumnya..
ariemacosx@gmail.com
One Trackback
[...] Saatnya Berubah Bukan??? Memang Indonesia bukanlah negeri yang kaya minyak, namun Indonesia diberkahi dengan sumber daya alam yang lain yang tidak kalah menguntungkan. Sehingga dari dulu menarik para penjajah datang ke negeri ini, dan membodohi rakyat negeri ini serta menyuap para pemimpinnya agar mau menjual murah semua potensi kekayaan yang kita miliki. [...]