Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menetapkan Provinsi Banten sebagai sentra budidaya kekerangan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) dan Balai Budidaya Laut (BBL) Lampung, lokasi yang ditetapkan untuk pengembangan budidaya kekerangan di … Perairan Panimbang Kabupaten Pandeglang seluas 2.316,5 hektare.
Salah satu jenis kekerangan yang cocok dibudidayakan di Perairan Panimbang adalah Kerang Hijau. Hal ini dibuktikan bahwa telah tersedia benih alami kerang hijau di perairan ini, yang menandakan petunjuk bahwa kondisi ekologis di perairan tersebut sesuai untuk budidaya kerang hijau (Perna Viridis).
Sebelumnya budidaya kerang hijau banyak dibudidayakan di perairan Teluk Jakarta dan Pantai Utara Tangerang, namun kedua wilayah perairan ini dikhawatirkan tercemar limbah logam berat (Hg, Pb, Cd, dll) sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Melihat hal tersebut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan memberikan kebijakan untuk membatasi budidaya kerang hijau di Teluk Jakarta dan Pantai Utara Tangerang serta mengalihkannya ke Perairan Panimbang Kabupaten Pandeglang.
Secara ekonomi, budidaya kerang hijau dinilai sangat menguntungkan. Bagaimana tidak, 1 Bagan Tancap yang berukuran 25 x 10 m2 mempunyai potensi produksi sekitar 20 - 28 ton kerang hijau dengan nilai jual bisa mencapai Rp. 14.000.000 (asumsi harga per kilo Rp.500). Berdasarkan perhitungan untuk memulai usaha budidaya diperlukan modal awal sebesar Rp. 6.500.000,- (untuk pembuatan bagan tancap) serta biaya produksi sekitar Rp.2.000.000,- dengan masa panen rata - rata 6 bulan.
Dilihat dari aspek teknologi, budidaya kerang hijau termasuk komoditi perikanan yang mudah dibudidayakan. Pembudidaya cukup membuat bagan tancap dan membuat tali - tali gantungan sebagai pengumpul spat (benih kerang). Dari tali kolektor (pengumpul spat) ini selanjutnya akan tumbuh kerang hijau sampai siap dipanen selama 6 bulan. Lokasi budidaya kerang hijau disarankan di perairan yang relatif tenang (tidak terbuka), sehingga dapat menghindari ombak besar yang dapat merusak sarana produksi.
Pada panen raya kerang hijau di Panmbang pada (10/12) lalu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Dr. I Made L Nurdjana menyatakan puas atas hasil panen yang dihasilkan pembudidaya kerang hijau di Panimbang ini. Bahkan I Made mengatakan bahwa Banten layak dijadikan unggulan untuk mengembangkan komoditas perikanan budidaya bertaraf internasional.
“Saya akan membantu mendorong budidaya Lobster dan Kerang Abalone di Perairan Banten,” katanya.
Panen raya kerang hijau tersebut dihadiri Plt. Gubernur Banten Rt. Atut Chosiyah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, Ir. H. Ubaidillah AS, Anggota DPRD Provinsi Banten, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Kepala DKP Kabupaten Pandeglang, jajaran Kepala DKP se - Pulau Jawa dan Lampung serta pejabat terkait lainnya.
Pada kesempatan itu juga diberikan bantuan dana secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp. 1,4 Milyar untuk pembelian kapal nelayan dan alat detektor bagi 7 kelompok serta dari Pemerintah Pusat melalui APBN sebesar Rp. 1,2 Milyar bagi 15 kelompok nelayan pembudidaya ikan dan rumput laut.
Plt. Gubernur Banten dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Banten sedang menggalakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan.
“Dalam hal pengembangan budidaya kita melakukan pengembangan kawasan budidaya laut, tawar dan payau di seluruh wilayah Provinsi Banten, ” kata Atut.
Kepala DKP Provinsi Banten, Ir. H. Ubaidillah AS sampai saat ini terdapat 208 unit bagan tancap di Perairan Panimbang dengan kapasitas produksi sebesar 3.120 ton. Luas areal yang dipergunakan sekitar 15 hektare (baru sekitar 0,65 % dari seluruh lahan budidaya kekerangan yang dipersiapkan).
“Melihat permintaan pasar yang cukup tinggi serta nilai jualnya yang lumayan, saya yakin kerang hijau di Panimbang dapat dijadikan sumber ekonomi bagi masyarakat,” katanya sambil mengungkapkan bahwa sampai saat ini permintaan pasar kerang hijau di Jakarta mencapai 100 ton / hari.
Jenis - jenis Kekerangan yang bisa dibudidayakan
1. Kerang Darah (Anadara granosa)
2. Kerang Hijau (Perna Viridis)
3. Kerang Mutiara (Pinctada maxima)
4. Kerang Abalone (Haliotis asinina)


























17 Comments
saya ingin membeli kerang abalone basah, berapa harganya, per minggu 100 kg
Saya ahli dalam pembenihan kerang mutiara (Pinctada maxima).
Umur saya baru 21 tahun.
Pengalaman kerja:
1 siklus di BBL Lombok, mencapai 500 kolektor
1 siklus di pengusaha Mr. Gde Gunanta, Lombok, mencapai 700 kolektor
Jika membutuhkan saya, silahkan hubungi saya di 081318616191
Karena misi saya belajar mutiara di lombok dengan tujuan
agar jawa bagian barat juga bisa menghasilkan mutiara!!
Mutiara, ngapain mesti ke lombok? di panimbang juga ada!
Saya ingin mendirikan lab pembenihan kerang mutiara dan longline pembesaran.
Di panimbang bagian mana hotspot untuk mendirikan lab pembenihan kerang mutiara (Pinctada maxima) yang tepat??
Maju banten!
Salam to pak Irawan.
Salam to pak Eddy Rossa.
Salam to alumni STP/AUP.
Jika kini pusat kekerangan banten di panimbang, bagaimana dengan teluk banten? apakah teluk banten sudah tidak berpotensi?
Thanks to BAPPL-STP Karangantu, Serang, Banten.
saya PNS dahulu menangani masalah abalone dan mutiara, kalo butuh bantuan tentang masalah budidaya abalone dan mutiara, menyangkut pembenihan maupun pembesaran silahkan hubungi e-mail saya..insa`allah saya akan membantu secara sukarela asalkan untuk kemajuan para petani dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan………..mari kita majukan negara ini dengan mengentaskan segala bentuk-bentuk “kemiskinan”
Saya guru smk di Karimunjawa, Jepara.
Berminat mengembangkan budidaya kerang di Karimunjawa, untuk diajarkan sekaligus dipraktekkan pada siswa. Mbak/Mas Tisna dll bisa bantu ? Tolong kontak saya di himbayuaji@gmail.com. Thanks.
saya mahasiswa perikanan IPB tingkat akhir dan saya mengambil penelitian tentang abalone (haliotis asinina)diambil dari segi Sistem Informasi Geografis untuk lahan budidaya. tapi saya mempunyai kendala dalam penyusunan parameter yang mana untuk pembuatan matriks kesesuaiannya. ada gak kontak ahli yang dapat memberikan penjelasan untuk parameter abalone? kalo ada kontak ke Nahusuly@yahoo.com. Terima kasih
pro himawan and sony, lihat di kekerangan.blogspot.com atau kirim imail ke dakes_kfc@yahoo.com insa’allah saya bantu
tolong informasi mengenai teknologi budidaya kerang mutiara
mulai dari bilogi klasifikasi dan pemanenan
tolong informasi mengenai teknologi budidaya kerang mutiara
mulai dari bilogi klasifikasi dan pemanenan info aripspma@yahoo.com and 085221225965
Saya mahasiswa S2 Double Degree kelautan Undip.
jika ada yang menemukan kasus serangan penyakit pada kerang budidaya, mohon diinformasikan. Insyaalloh akan saya bantu meneteliti lebih lanjut untuk mengetahui jenis penyebabnya.Merci beaucoup.
saya mahasiswa perikanan UNRAM kebetulan saya banyak pengalaman tentang kerang mutiara mulai dari pembenihan sampai pembesaran sekaligus penanganan penyakitnya kalo emang teman2 mau minta bantuan saya siap bantu
aq mahasiswi FAPERIK UB kira2 kendala buat budidayain si perna viridis ne pa ja? cp tau bisa buat judul skripsi
slm kenal mas firman, sy mahasiswa perikanan UNDIP berencana melakukan penelitian tentang abalone. bolehkah sya sharing sm mas firman??
Salam Buat Mas Achmad Daniri
Dimana ya saya bisa mendapatkan Kerang Mata 7 (Abalon) dalam kondisi kering batu,
size 30, size 70, size 150 Up Jika ada teman-teman yang tahu Mohon kiranya bisa menghubungi saya lewat HP: 085696249021 atau ke email saya : rostandi71@yahoo.com.
Mohon berikan saya informasi tentang Kerang Abalon diatas ya.. Tenks.
Rustandi
saya mahasiswa perikanan berencana melakukan penelitian tentang abalone. bolehkah sya sharing??saya pusing nyari judul penelitian tentang abalone. Kira-kira mas bisa bantu saya nyari judul gak??Mohon Bantuannya. Mohon kiranya bisa menghubungi saya lewat HP: 085242668129